TAFSIR ALKITAB
KISAH PARA RASUL (BARU)
Sinopsis
Sebagai sebuah
karya iman sekaligus sejarah, pembacaan terhadap Kisah Para Rasul membutuhkan
alat bantu tersendiri sehingga pembaca dapat menangkap intisari dan pesan dari
kitab ini. Salah satu alat bantu itu adalah buku tafsir ini. Di dalam buku ini
penulis menguraikan isi Kitab Kisah Para Rasul secara lugas tetapi mendalam.
Dengan begitu, pembaca dapat terbantu untuk memahami dengan baik teks dan
konteks serta pesan dari kitab ini untuk diaplikasikan dalam keseharian pembaca
sendiri.
Untuk membantu
pembaca mencapai pemahaman yang demikian, penulis menyusun tulisannya ini
secara sistematis. Pertama-tama ada Teks. Teks ini berasal dari beberapa versi
Alkitab. Kemudian, Terjemahan teks. Ini mengenai sejauh mana terjemahan
tersebut membutuhkan catatan; apa arti harfiah teks. Lalu, Tafsiran, berisikan
pesan yang mau disampaikan penulis kitab kepada pembacanya. Di sini ada juga
penjelasan mengenai hal-hal yang mungkin sulit untuk dipahami para pembaca
modern sekarang terkait dengan teks dan konteks Kisah Para Rasul. Terakhir,
Renungan, untuk menginspirasi pembaca ketika merenungkan makna nas-nas kitab
ini dalam konteksnya sendiri di masa kini.
Pemaparan isi
buku ini yang demikian, membuat buku ini sekaligus ilmiah dan
praktis-aplikatif. Jadi, cocok bagi kaum awam maupun akademisi atau mahasiswa
teologi
Editorial Review
Buku tafsir ini
hendak menolong sidang pembaca pada abad ke-21 ini untuk memahami maksud dan
tujuan Kitab Kisah Para Rasul yang disusun pada abad pertama Masehi.
Tiap pasal buku ini terdiri dari empat bagian.
Pertama-tama ada Teks sendiri, menurut terjemahan baru Perjanjian Baru berdasarkan TB2-LAI. Teks disusun secara kolometris supaya susunan teks lebih kelihatan. Kutipan langsung dari Perjanjian Lama tercetak dengan huruf tebal.
Bagian kedua berjudul Terjemahan. Bagian ini merupakan tinjauan sejauh mana terjemahan tersebut membutuhkan catatan, misalnya teks Yunani juga dapat diterjemahkan secara lain. Kadang-kadang juga terjemahan Bahasa Indonesia Masa Kini harus diperhatikan, walaupun terjemahan itu secara umum lebih bebas dari TB2. Apabila pembaca menemukan terje¬mahan ayat yang tidak sama persis dengan yang ada dalam Alkitab TB atau BIMK, itu adalah hasil terjemahan penulis sendiri.
Bagian ketiga merupakan bagian pokok dan paling panjang, yaitu Tafsiran. Di sana diterangkan apa yang mau dikabarkan penulis Kisah Para Rasul kepada pembacanya. Juga akan diuraikan situasi dan pemahaman yang tidak begitu jelas bagi kita sebagai pembaca modern.
Tiap pasal buku ini terdiri dari empat bagian.
Pertama-tama ada Teks sendiri, menurut terjemahan baru Perjanjian Baru berdasarkan TB2-LAI. Teks disusun secara kolometris supaya susunan teks lebih kelihatan. Kutipan langsung dari Perjanjian Lama tercetak dengan huruf tebal.
Bagian kedua berjudul Terjemahan. Bagian ini merupakan tinjauan sejauh mana terjemahan tersebut membutuhkan catatan, misalnya teks Yunani juga dapat diterjemahkan secara lain. Kadang-kadang juga terjemahan Bahasa Indonesia Masa Kini harus diperhatikan, walaupun terjemahan itu secara umum lebih bebas dari TB2. Apabila pembaca menemukan terje¬mahan ayat yang tidak sama persis dengan yang ada dalam Alkitab TB atau BIMK, itu adalah hasil terjemahan penulis sendiri.
Bagian ketiga merupakan bagian pokok dan paling panjang, yaitu Tafsiran. Di sana diterangkan apa yang mau dikabarkan penulis Kisah Para Rasul kepada pembacanya. Juga akan diuraikan situasi dan pemahaman yang tidak begitu jelas bagi kita sebagai pembaca modern.
Bagian keempat,
yang berjudul Renungan. Kisah Para Rasul merupakan sebagian dari Alkitab yang
diterima umat Kristen sebagai firman yang juga ditujukan kepada pembaca
sekarang ini. Bagian renungan ini diharapkan dapat memberi inspirasi kepada
pembaca ketika merenungkan makna nas-nas itu bagi pembaca masa kini.
Pendekatan terhadap Kitab Kisah Para Rasul dapat dilakukan dari bebe¬rapa sudut pandang. Pembaca bisa bertanya: dari mana penulis menerima pengetahuan tentang apa yang ia ceritakan? Pertanyaan itu adalah pertanya¬an tentang sumber-sumber yang dipakai penulis. Kitab Kisah Para Rasul dapat dibaca pula untuk mendapat pengetahuan mengenai gereja Kristen mula-mula. Inilah pembacaan dengan pertanyaan historis. Dalam buku tafsir Kisah Para Rasul ini, hal-hal tersebut tidak diutamakan. Penulis mengutamakan pesan si penulis. Dengan kata lain, apa yang mau dikabarkan penulis kitab ini, itulah yang menjadi perhatian utama. Dalam tafsiran ini akan ditekankan apa yang diceritakan, bukan apa yang persis terjadi atau latar belakang historis cerita ini. Jelas bahwa dengan ceritanya penulis kitab ini ingin menjelaskan tindakan Allah terhadap dunia ini dan reaksi manusia atas tindakan itu. Jadi, ia memilih dan menceritakan peristiwa tertentu dengan maksud teologis dan pastoral.
Pendekatan terhadap Kitab Kisah Para Rasul dapat dilakukan dari bebe¬rapa sudut pandang. Pembaca bisa bertanya: dari mana penulis menerima pengetahuan tentang apa yang ia ceritakan? Pertanyaan itu adalah pertanya¬an tentang sumber-sumber yang dipakai penulis. Kitab Kisah Para Rasul dapat dibaca pula untuk mendapat pengetahuan mengenai gereja Kristen mula-mula. Inilah pembacaan dengan pertanyaan historis. Dalam buku tafsir Kisah Para Rasul ini, hal-hal tersebut tidak diutamakan. Penulis mengutamakan pesan si penulis. Dengan kata lain, apa yang mau dikabarkan penulis kitab ini, itulah yang menjadi perhatian utama. Dalam tafsiran ini akan ditekankan apa yang diceritakan, bukan apa yang persis terjadi atau latar belakang historis cerita ini. Jelas bahwa dengan ceritanya penulis kitab ini ingin menjelaskan tindakan Allah terhadap dunia ini dan reaksi manusia atas tindakan itu. Jadi, ia memilih dan menceritakan peristiwa tertentu dengan maksud teologis dan pastoral.
Detail Buku
Jumlah Halaman:
565 halaman
Penerbit: BPK Gunung Mulia
Edisi: 1
Bahasa: Indonesia
ISBN-10: 978-602-231-113-3
ISBN-13: -
Product Dimensions: 14x21x2 cm
Shipping Weight: 640 gr
Penerbit: BPK Gunung Mulia
Edisi: 1
Bahasa: Indonesia
ISBN-10: 978-602-231-113-3
ISBN-13: -
Product Dimensions: 14x21x2 cm
Shipping Weight: 640 gr
Sumber: http://www.bpkgunungmulia.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar